Pen Cerpen (Part 2)
DEG. jantungku langsung kumat..
umm... 'hiks,hiks... hhuaaa.... maafkan Luna ma. Luna remidi ulangannya. Mama jangan marah ya ma, Luna janji gak akan remidi lagi ma asal mama gak marah sama luna' kataku (terlalu over ya)
'ckck, sekarang mama tanya kenapa kamu bisa remidi? ' jawab mama
'umm, itu karena Luna tidak belajar soalnya waktu itu mama dan papa ngajak Luna ke mall jadinya luna lupa kalau ada ulangan.' kataku
'ya ampun luna.. kamu itu kan bintang sekolah kalau kamu sampai remidi nanti muka kamu taruh mana?' kata mama
'ya memang sih ma *nggaya, sbenernya luna juga malu tapi ya harusgimana lagi?' jawabku
'ya sudah. sebagai hukuman, kamu tidak boleh internetan selama 1 bulan ini dan kamu tidak akan mama ajak pergi kemana-mana selama 1 bulan ini' kata mama
'apa ma? jangan itu ma. mama kan tau kalo luna sukanya bikin status update di twitter/fb *jiahh...
'na, karena itu nilai kamu jeblok...' kata mama
'hiks..hiks...huaaa' tagisku
lalu aku cepet lari ke kamar sampe kepleset gara2 ada keset yang super licin di depan pintu kamar lalu akupun menangis tambah keras dan langsung banting pintu lalu tangisanku bertambah keras lagi karena kecepit pintu. sumprett, sakit buanget bokk..
aku nangis sangat keras sekali sampe tetanggaku melempar rumaku dengan panci sambil berteriak 'woy, berisik woy, kucingnya lagi sakit ya?'
hah?? kok kucing sih? ya memang aku pelihara kucing tapi itu suaraku bukan kucing. OMG, ya ampunnn
ya sudahlah, sebernya niatku cuma nangis bohongan saja supaya mama mbolehin aku internetan sama jalan2 tapi tangisanku jadi beneran gara2 kepleset dan kecepit *parah
Cooming Soon
Label: Pen Cerpen

